INSPEKSI SHALAHUDIN AL AYUBI

Pada suatu malam di medan peperangan (Perang Salib), panglima perang kharismatik Shalahudin Al Ayubi mengecek keadaan masing-masing kelompok pasukannya.
Beliau melihat ada beberapa keadaan kelompok pasukannya :

1. Sekelompok pasukannya sedang menunaikan shalat malam,
2. Sekelompok pasukannya sedang membaca Al Qur’an,
3. Sekelompok pasukannya sedang tidur.
Kemudian Shalahudin Al Ayubi berkata
“Sesungguhnya pasukanku akan dikalahkan dari sisi yang ini (pasukan yang sedang tidur)”.

Sebuah pesan moral bagi kaum muslimin, jika sekelompok pasukan Shalahudin Al Ayubi dikalahkan dengan sebab melalaikan shalat malam dan membaca Al Qur’an di sepertiga malam.
Lalu bagaimana dengan keadaan kaum muslimin yang ingin bisa mengalahkan orang-orang kafir, musyrik dan munafik, sedangkan mereka sendiri lalai dari agama ALLAH?

SUNGAI-SUNGAI PENCUCI DOSA

Ibnul Qayyim -rohimahulloh- mengatakan:
“Bagi mereka yg banyak dosa, ada *tiga sungai besar* yg dapat membersihkan mereka di dunia, jika itu tidak cukup membersihkan mereka, nantinya mereka akan dibersihkan di sungai (neraka) jahim pada hari kiamat.

1. Sungai taubat nasuha.
2. Sungai amal-amal kebaikan yg dapat menenggelamkan dosa-dosa yg mengelili pelakunya.
3. Sungai musibah besar yg dapat menebus dosanya.

Maka, jika Allah menginginkan hambanya kebaikan; Dia akan memasukkannya ke tiga sungai ini, sehingga pada hari kiamat nanti dia akan datang dalam keadaan baik dan bersih, sehingga dia tidak perlu lagi pembersihan keempat”.
[Madarijus Salikin 1/312].

Oleh: Ustadz ad Dariny

SYARAT DITERIMANYA AMAL IBADAH

Fudhail bin Iyadh mengatakan:

ان العمل اذا كان خالصا و لم يكن صوابا لم يقبل و اذا صوابا و لم يكن خالصا لم يقبل حتى يكون خالصا و صوابا، و الخالص ان يكون لله و الصواب ان يكون علي السنة
Sesungguhnya amalan itu jika dilakukan dengan ikhlas tetapi dengan cara yang tidak benar, maka tidak diterima.
Sebaliknya jika dilakukan dengan benar tetapi tidak ikhlas, juga tidak diterima sampai ikhlas dan benar.
Adapun maksud dari ikhlas adalah dikerjakan karena Alloh; sedangkan maksud dari benar adalah sesuai dengan tuntunan Nabi. (Majmu’ Fatawa: 1/333)

MERENUNGKAN MAKNA BACAAN DZIKIR PAGI PETANG

Siapa yang merenungkan makna bacaan dzikir pagi dan petang, dia akan mendapatkan bahwa bacaan tersebut berisi pujian bagi Allah, dan doa dari orang yang merasa butuh kepadaNya. Semakin tinggi rasa kebutuhan Anda kepada Rabb Anda, semakin nampak pula siapa sejatinya diri Anda, dan akan hilang dari diri Anda, sikap sombong dan ujub.
(@shafi_ajmi – Imama Masjid al Ghazali)

AGAR SHALAT KITA SEMPURNA

Berkata Al-Mirzabani, “Orang yang mengerjakan shalat membutuhkan empat sifat agar shalatnya diterima, yaitu kehadiran hati, persaksian akal, ketundukan serta kekhusyu’an anggota badan.

Siapa yang mengerjakan shalat tanpa kehadiran hatinya, berarti dia main-main dalam shalatnya.

Siapa yang mengerjakan shalat tanpa menyaksikan dengan akalnya, berarti dia lupa dalam shalatnya.

Siapa yang mengerjakan shalat tanpa ketundukan anggota badannya, berarti dia mengerjakan shalat dengan kaku dan kering.

Serta siapa yang mengerjakan shalat dengan tidak khusyu’, berarti dia salah dalam shalatnya.

Karena itu, siapa yang mengerjakan shalat dengan empat rukun ini, berarti dia telah sempurna dalam mengerjakan shalatnya.
(Syarah Hadist Arba’in, Imam Nawawi, edisi terjemahan hal 22)

INDAHNYA TERSEMBUNYI

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
إن اله يحب العبد التقي الغني الخفي (رواه مسلم)
“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertaqwa, kaya hati, dan tersembunyi.” (HR Muslim)
ia tak dikenal.
ia tak mempunyai pangkat.
namun ia bertaqwa.
hatinya dipenuhi qona’ah.
ia tak mau menampakkan kelebihannya.
karena hatinya hanya berharap ridha-Nya.
ia yakin… dikenal oleh Allah lebih baik dari pada dikenal oleh manusia…
___
Oleh: Ustadz Badrusalam